Pencabutan Subsidi Pupuk Riskan

18 July 2014 08:07 / http://www.pikiran-rakyat.com / 1436x viewed

INDRAMAYU, (PRLM).-Kalangan pelaku pertanian menilai wacana yang dilontarkan oleh Menteri Pertanian Suswono soal penghapusan subsidi pupuk terlalu riskan bila diterapkan pada saat ini. Kajian yang komprehensif harus dilakukan sebelum menerapkan wacana tersebut menjadi sebuah kebijakan.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu, Sutatang mengatakan, bila wacana tersebut diimplementasikan, keuntungan yang dibawa petani akan semakin sedikit, bahkan tidak ada. Hal itu dia sebutkan dengan merujuk kepada harga gabah yang saat ini berada di kisaran Rp 4.500/Kg.

"Pencabutan subsidi pupuk akan membuat modal tanam yang harus dikeluarkan petani jadi melonjak. Padahal, harga jual gabah saat panen tidak dapat dipastikan selalu tinggi," ujarnya, Selasa (15/7/2014).

Dia menambahkan, persoalan subsidi pupuk juga berkaitan dengan modal tanam. Menurutnya, dengan menggunakan pupuk subsidi, modal tanam yang harus dikeluarkan petani rata-rata Rp 5 juta per hektare. Namun jika subsidi dicabut, maka modal yang harus dikeluarkan menjadi Rp 7 juta – Rp 8 juta per hektare.

Sutatang mengatakan, alasan Mentan Suswono berwacana mencabut subsidi pupuk karena program tersebut dianggap tidak efektif dan rawan penyimpangan.

Dia menilai, pemerintah seharusnya memperkuat Komisi Pengawas Pendistribusian Pupuk alih-alih mencabut subsidi pupuk, bila memang alasannya adalah proses subsidi tidak efektif dan rawan penyimpangan.

"Kalau memang dianggap ada faktor penyimpangan atau tidak efektif, ya unsur pengawasannya yang dibenahi, dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengatakan, meski wacana yang dikeluarkan Mentan Suswono menyebutkan adanya pengalihan anggaran subsidi pupuk kepada infrastruktur pertanian, sebaiknya harus ada kajian terlebih dahulu mengenai kemungkinannya.

"Persoalan penghapusan subsidi saat ini bisa dijadikan sebuah wacana. Sebagai bahan pemikiran, meski pengimplementasiannya tidak mudah. Akan tetapi, subsidi pupuk jangan dihentikan dulu," ujarnya.

Dia mengatakan, subsidi pupuk dalam lingkungan pertanian di Indonesia sudah berlangsung lama. Adanya subsidi pupuk juga sudah memberikan kesempatan kepada para petani untuk meningkatkan produksinya, sehingga pada gilirannya hal itu membantu meringankan kehidupan mereka.

"Sekarang, kalau misalnya pemerintahan yang baru didorong untuk menghapuskan subsidi pupuk pada tahun depan, dikhawatirkan itu terjadinya tiba-tiba. Petani tidak siap. Bahkan bisa saja petani menghadapi musibah," ujarnya. (Muhammad Ashari/A-89)***

Recent News

21 Jul 2019
Tumbuhkan Ekonomi Mikro, Lestarikan Kearifan Lokal
21 July 2019 07:30 / PG Public Relation / 11x viewed
18 Jul 2019
Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Pasar Murah dan Edukasi
18 July 2019 09:25 / PG Public Relation / 7x viewed
12 Jul 2019
Must be Careful and Mature
12 July 2019 15:16 / PG Public Relation / 75x viewed
11 Jul 2019
Petrokimia Gresik March was Inspired by Petrokimia Putra Football Club
11 July 2019 14:39 / PG Public Relation / 19x viewed
links
contact

Customer Service Center

08001888777 (bebas pulsa)

0811344774 SMS/WHATSAPP

konsumen@petrokimia-gresik.com


Contact Us

Please fill the form below to ask questions, critics or suggestions about PT Petrokimia Gresik.

Personal Info

Message