Pusri Minta Usut Tuntas Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

05 January 2012 09:52 / PKG Public Relation / 8x viewed

JAKARTA--MICOM: Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) holding, Arifin Tasrif meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyelewengan pupuk urea bersubsidi yang pekan lalu diungkapkan Mentan Suswono.

"Usut tuntas hingga siapa pemesannya, distributornya. Bila ada keterlibatan pegawai produsen pupuk, kami akan mengambil tindakan (sanksi)," katanya, di Jakarta, Minggu (1/1).

Awal pekan lalu (27/12) Mentan Suswono mengungkapkan terjadinya upaya penyelundupan sekitar 1.000 ton urea bersubsidi -- yang diproduksi PT Pupuk Kujang Cikampek -- dari Sukabumi (Jawa Barat) ke luar Jawa.

Kepolisian Sektor Cimanggis, Depok, Jawa Barat, berhasil menggagalkan penyelundupan urea bersubsidi yang rencananya dikirim ke perkebunan di Sulawesi, Sumatera maupun Kalimantan sebagai pupuk nonsubsidi.

Mentan memperkirakan keuntungan dari penyelundupan tersebut mencapai Rp200 juta per 100 ton. Harga pupuk urea bersubsidi sebesar Rp1.600/kg, namun ketika menjadi nonsubsidi mencapai sekitar Rp4.000/kg.

Oleh karena itulah, sebagai induk perusahaan BUMN pupuk yang mendapat tugas memproduksi dan mendistribusikan pupuk bersubsidi, Arifin menegaskan pihaknya mendukung upaya penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan pupuk bersubsidi, karena merugikan negara dan petani.

"Sejauh ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari aparat kepolisian, sambil melakukan penyempurnaan sistim distribusi guna meminimalkan kemungkinan penyelewengan pupuk bersubsidi," kata Arifin.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pusri Holding Bambang Tjahyono, menambahkan pihaknya akan merekomendasikan pencabutan izin distributor dan pegawai BUMN yang terlibat dalam penyelundupan kepada produsen pupuk yang menjadi anak perusahaan Pusri.

"Kami tidak melakukan pemecatan atau pencabutan izin distributor secara langsung, tapi memerintahkannya ke manajemen perusahaan pupuk yang bersangkutan," katanya.

Untuk meminimalkan penyelundupan dan memudahkan pelacakan orang yang terlibat dirantai distribusi pupuk bersubsidi, Bambang mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada Mentan untuk membuat "barcode" (tanda pengenal khusus) pada karung pupuk bersubsidi.

"Kami telah mengusulkan kepada Menteri Pertanian untuk mengganti karung pupuk bersubsidi. Tidak usah pakai merek, tapi menggunakan 'barcode' agar mudah melacak karung pupuk bersubsidi tersebut berasal dari mana, bila terjadi tindak penyelewengan," ujarnya.

Distribusi pupuk bersubsidi sendiri, lanjut Bambang, sebenarnya sudah tertutup, karena melalui mekanisme rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) tani. Produsen mendistribusikan pupuk bersubsidi sesuai RDKK tersebut.

Pada 2011, sesuai Peraturan Menteri Pertanian volume pupuk subsidi tahun mencapai 9.753.986 ton terdiri atas urea sebanyak 5,1 juta ton, SP-36 750 ribu ton, ZA 850 ribu ton, NPK 2,35 juta ton dan organik 703.986 ton.

Sedangkan pada 2012, sesuai Peraturan Menteri Pertanian nomor 87/Permentan/SR.130/12/2011, pemerintah menetapkan volume pupuk bersubsidi mencapai 10.528.920 ton terdiri atas urea 5,1 juta ton, SP-36 satu juta ton, ZA sebanyak satu juta ton, NPK 2.593.920 ton, dan Organik 835 ribu
ton.

Sementara untuk harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun 2012, yakni untuk pupuk urea Rp 1.800/kg, SP-36 Rp 2.000/kg, ZA Rp 1.400/kg, NPK Rp 2.300/kg, dan Organik Rp 500/kg.

"Kami berharap dengan pengusutan tuntas dan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum, tidak ada lagi penyelundupan pupuk bersubsidi," ujar Arifin.(Ant/X-12)

sumber :
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/01/01/288426/21/2/Pusri_Minta_Usut_Tuntas_Penyelewengan_Pupuk_Bersubsidi_

Recent News

21 Jul 2019
Tumbuhkan Ekonomi Mikro, Lestarikan Kearifan Lokal
21 July 2019 07:30 / PG Public Relation / 11x viewed
18 Jul 2019
Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Pasar Murah dan Edukasi
18 July 2019 09:25 / PG Public Relation / 7x viewed
12 Jul 2019
Must be Careful and Mature
12 July 2019 15:16 / PG Public Relation / 75x viewed
11 Jul 2019
Petrokimia Gresik March was Inspired by Petrokimia Putra Football Club
11 July 2019 14:39 / PG Public Relation / 19x viewed
links
contact

Customer Service Center

08001888777 (bebas pulsa)

0811344774 SMS/WHATSAPP

konsumen@petrokimia-gresik.com


Contact Us

Please fill the form below to ask questions, critics or suggestions about PT Petrokimia Gresik.

Personal Info

Message